Spanyol Akui Hewan sebagai Makhluk Hidup yang Punya Perasaan: Perlindungan Hewan Naik Level
Spanyol mencatatkan langkah hukum penting dalam sejarah perlindungan hewan di Eropa. Melalui pengesahan undang-undang terbaru, negara ini secara resmi mengakui hewan sebagai makhluk hidup yang memiliki perasaan (sentient beings), bukan lagi sekadar objek atau benda mati dalam sistem hukum. Kebijakan ini dipandang sebagai terobosan besar yang memperkuat kesejahteraan hewan sekaligus mencerminkan nilai kemanusiaan yang semakin berkembang.
Pengakuan status hukum baru ini menandai perubahan paradigma mendasar. Hewan tidak lagi diperlakukan sebagai properti semata, tetapi sebagai makhluk hidup yang mampu merasakan sakit, takut, stres, dan juga kebahagiaan. Dengan demikian, hukum di Spanyol kini memberikan posisi yang lebih bermartabat bagi hewan, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam proses hukum.
Mengapa Pengakuan Ini Penting?
Status “sentient beings” membawa konsekuensi hukum yang signifikan. Hewan kini mendapatkan perlindungan yang lebih kuat dari tindakan kekerasan, penelantaran, dan perlakuan tidak manusiawi. Pengakuan ini juga menegaskan bahwa hewan tidak bisa diperlakukan layaknya barang yang bebas dipindahtangankan atau dieksploitasi tanpa mempertimbangkan kesejahteraannya.
Dalam praktiknya, aturan baru ini melindungi hewan dari penyitaan, melarang penelantaran dan penyiksaan, serta memastikan bahwa dalam kasus perceraian, hewan tidak diperlakukan sebagai objek sengketa biasa. Keputusan terkait hak asuh hewan harus mempertimbangkan kesejahteraan mereka, bukan semata kepentingan manusia.
Berlaku Luas dalam Sistem Hukum
Perubahan status hukum hewan di Spanyol tidak berdiri sendiri. Aturan ini terintegrasi dalam beberapa regulasi penting, termasuk Civil Code, Mortgage Law, dan Civil Procedure Law. Penerapannya mencakup hewan peliharaan maupun hewan liar, sehingga dampaknya bersifat luas dan sistemik.
Langkah ini menunjukkan keseriusan negara dalam membangun kerangka hukum yang konsisten dan menyeluruh untuk perlindungan hewan. Hewan kini memiliki posisi hukum yang tidak bisa lagi disamakan dengan benda mati dalam berbagai aspek kehidupan.
Proses Panjang Menuju Kesejahteraan Hewan
Undang-undang ini bukan hasil instan. Usulan awal telah muncul sejak 2017, namun sempat tertunda akibat dinamika politik, termasuk pemilu nasional pada 2019. Setelah melalui proses panjang dan perdebatan di parlemen, akhirnya Kongres Spanyol mengesahkannya pada 2021.
Konteks sosial menjadi latar belakang penting dari kebijakan ini. Setiap tahun, lebih dari 200.000 hewan dilaporkan terlantar di Spanyol. Angka ini menunjukkan urgensi perlindungan hukum yang lebih kuat dan berorientasi pada kesejahteraan hewan.
Dukungan dan Tantangan Politik
Mayoritas partai politik di Spanyol mendukung kebijakan ini. Meski demikian, penolakan datang dari partai sayap kanan Vox, yang menyebut aturan ini sebagai “penghumanisasian hewan”. Namun, kritik tersebut tidak menggoyahkan dukungan luas dari publik dan organisasi perlindungan hewan.
Legislator Guillermo Díaz menegaskan bahwa manusia adalah satu-satunya spesies yang mampu mengenali penderitaan makhluk lain, sehingga memiliki kewajiban moral untuk mencegahnya. Pernyataan ini mencerminkan semangat utama dari reformasi hukum tersebut.
Inspirasi bagi Dunia
Langkah Spanyol selaras dengan nilai kemanusiaan dan kebijakan Uni Eropa yang semakin menempatkan kesejahteraan hewan sebagai isu penting. Reformasi ini menjadi contoh bahwa perlindungan hewan bukan sekadar isu moral, tetapi bagian dari sistem hukum modern.
Spanyol menunjukkan bahwa kesejahteraan hewan adalah bagian dari kemanusiaan. Harapannya, semakin banyak negara mengikuti langkah ini dan memperkuat perlindungan hukum bagi makhluk hidup yang tidak dapat bersuara sendiri.
%20(19).png)

Comments
Post a Comment